Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Tips

Bagaimana Pebisnis Harus Menyikapi Kesalahan Mereka


Kegagalan Adalah Hal Biasa Bagi Pebisnis. Ini Cara Menghadapi Kegagalan.

Katakan ini: Kegagalan adalah hal yang biasa bagi entrepreneur. Anda akan bertemu serangkaian kegagalan dalam berbagai bentuk. Seringkali hal kecil seperti telat rapat, lupa menindaklanjuti komitmen Anda pada karyawan atau pelanggan, dan membuat pilihan yang buruk. Ketika hal seperti ini terjadi, Apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi kegagalan?

 

Bertanggung jawab penuh atas kegagalan Anda. Jangan menghindar. Suatu saat, Anda mungkin akan melupakan pesanan klien hingga klien Anda menagihnya. Anda bisa saja menghindarinya dengan menyalahkan karyawan atau berbohong. Masalahnya adalah, reaksi Anda menghadapi kegagalan akan mengatakan tentang siapa Anda sebenarnya. Menghindari tanggung jawab, selain tidak etis atau tidak jujur ​​dalam banyak situasi, sama saja dengan memberitahu pelanggan Anda bahwa, “Saya tidak memiliki cukup integritas untuk memberikan tingkat pelayanan yang Anda harapkan”.

menghadapi-kegagalan

Memberi kompensasi kepada pelanggan Anda melebihi ekspektasi mereka. Scott Simon menulis di blog NPR tentang bagaimana ayahnya, setelah mengeluh kepada perusahaan krim cukur favoritnya, menerima satu peti penuh kaleng krim cukur. “Saya pikir Ayah saya mungkin terkubur dengan beberapa kaleng terakhir,” tulis Simon. Sejak ditulis tahun 2006, cerita ini masih melegenda sampai sekarang. Artinya, dengan memberi kompensasi melebihi ekspektasi pelanggan, mungkin tindakan perusahaan Anda pun suatu hari akan menjadi legenda.

 

Jelaskan bahwa kegagalan tidak akan terulang kembali. Ketika mengeluh, pelanggan Anda sedang mencari alasan untuk tetap bersama dengan Anda. Mereka telah menginvestasikan uang dan waktu mereka untuk mempercayai Anda. Beralih ke perusahaan lain akan merepotkan, memakan waktu, mahal, dan beresiko, karena pelanggan tidak memiliki jaminan bahwa vendor baru akan lebih baik. Pelanggan ingin terus bekerja dengan perusahaan Anda, mereka hanya perlu tahu bahwa masalah tersebut tidak akan terjadi lagi.

 

Jangan pernah mengulangnya lagi. Semua orang gagal. Kebanyakan pelanggan adalah orang-orang yang cukup rasional untuk memahaminya. Namun ketika vendor gagal dua kali atau lebih dengan cara yang sama, maka pelanggan mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres. Pada titik tertentu, waktu, biaya, dan risiko menemukan vendor baru sebanding dengan waktu, biaya, dan risiko meninggalkan Anda, dan kemudian pelanggan pun menghilang.

Sebagian besar konsumen memiliki harapan yang cukup sederhana. Mereka ingin apa yang mereka bayar sesuai dengan apa yang dijanjikan. Ketika Anda gagal memenuhinya, Anda bisa menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengevaluasi penawaran Anda. Jadi Sobat Studentpreneur, katakan ini: Kegagalan adalah hal yang biasa bagi entrepreneur. Tapi, Anda harus tahu bagaimana cara mengatasi kegagalan. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Aussiegal]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Dari Pengusaha Furnitur Menjadi Orang Nomor 1 Indonesia

Kreativitas Dalam Berbisnis

Ini Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+