Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

teknologi Tips

Cara Membuat Email Penawaran yang Susah Ditolak


Sering Mengirim Email Namun Ditolak? Inilah Cara Membuat Email Penawaran yang Susah Ditolak.

Di masa kini, email marketing tidak bisa lebih menantang lagi. 144 miliar email terkirim setiap hari, maka pesan Anda beresiko hilang di keramaian. Padahal, newsletter yang dikirimkan melalui email masih merupakan metode yang paling efektif untuk menarik pengguna agar stay up to date dengan bisnis Anda. Bahkan, sebuah studi dari Social Twist menyebut bahwa email masih dua kali lipat lebih efektif menarik pengguna daripada Facebook dan Twitter. Email mampu menarik 50 persen, sedangkan Twitter 27 persen dan Facebook 22 persen. Jadi, apa saja yang perlu Anda ketahui tentang cara membuat email penawaran Anda lebih menonjol daripada keramaian?

 

Hindari menyebut nama mereka di email Anda

Seringkali kita menganggap penggunaan kalimat “Dear Taufik M. Aditama,” atau “Halo Taufik M. Aditama,” dan penyebutan nama-nama orang itu lebih akrab dan personal. Padahal tidak. Hal ini menyeramkan. Anda seolah terlalu banyak menguntit informasi orang lain. Dan jaman sekarang, orang-orang cenderung waspada terhadap tindakan-tindakan semacam ini. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah jurnal dari fox.temple.edu: “Melihat tingginya kekhawatiran keamanan cyber tentang phising, pencurian identitas, dan penipuan kartu kredit, banyak konsumen jadi waspada terhadap email, terutama mereka dengan salam personal.” Artinya, sapaan dengan nama sudah tidak efektif lagi. Ketika Anda merasa bahwa hal ini akan menonjolkan sisi humanis dari brand Anda, justru membuat konsumen mempersepsikan email Anda ditulis oleh robot / software otomasi.  Keakraban palsu yang Anda jalin dengan subscriber akan membuat konsumen justru jadi waspada terhadap Anda.

 

Hindari penggunaan judul 50-70 karakter

Ternyata, judul email Anda seharusnya: a) kurang dari 49 karakter dan, b) lebih dari 71 karakter. Judul 50-70 karakter disebut-sebut sebagai “dead zone” oleh para email marketer. Studi dari Adestra.com menyebutkan bahwa judul yang kurang dari 49 karakter lebih mendorong open rate, sedangkan judul di atas 71 karakter akan medorong click-through-rate. Artinya, apabila Anda butuh email Anda sekedar dibuka dan dibaca penerimanya (misalnya email perkenalan, atau penawaran), maka gunakan judul di bawah 49 karakter. Sedangkan, jika di dalam email, Anda ingin menonjolkan hyperlink ke website Anda agar penerimanya mengunjungi website Anda, maka gunakan judul dengan 70 karakter atau lebih. Pokoknya hindari “dead zone”.

 

Waktu yang paling efektif untuk mengirim

Email Anda ternyata jauh akan lebih mungkin dibaca pada malam hari, antara jam 8 hingga tengah malam. Ini adalah kesimpulan dari sebuah studi oleh Experian.com. Mereka mengatakan bahwa penyebabnya adalah pada jam-jam itu, pelanggan Anda sedang tidak sibuk. Maka, mengirim email pada hari Sabtu dan Minggu juga efektif. Jumlah email yang dikirimkan (terutama oleh kompetitor Anda) pada akhir pekan terbilang rendah, sama seperti email di malam hari, sehingga Anda lebih mudah membuat mereka lebih menonjol.

cara-membuat-email

Buat email Anda lebih terbaca di smartphone

Ternyata, 47 persen email dibuka melalui perangkat smartphone, berdasarkan dari riset Litmus.com. Maka, desain email Anda agar lebih responsif terhadap perangkat smartphone. Beberapa cara membuat email Anda lebih menarik di smartphone di antaranya: pakai template 1 kolom, besarkan ukuran huruf email Anda agar lebih terbaca di layar smartphone, ikuti petunjuk tombol berukuran 44×44 pixel untuk iOS, jadikan call-to-action lebih kentara, dan pas di tengah-tengah karena pengguna biasanya akan scroll dengan ibu jari mereka.

 

Aktifkan kembali subscriber dari newsletter Anda

Mungkin Anda punya basis newsletter yang besar, baguslah! Sayangnya, rata-rata dua-pertiga dari mereka mungkin tidak aktif. Studi dari Listrak.com menemukan bahwa rata-rata 63 persen subscriber Anda tidak aktif. Artinya, setelah seseorang bergabung, mereka cenderung tidak pernah menindaklanjuti email yang dikirim newsletter Anda. Bagaimana mengatasinya? Ambil contoh dari Digg. Baru-baru ini, mereka mengadakan kampanye ‘re-engage’. Mereka mengirim email-email dengan judul yang fun dan catchy, misalnya “This Is Not An Email from 2006” yang di dalamnya berisi konten deskriptif tentang email tersebut.

Jadi Sobat Studentpreneur, apa lagi cara membuat email penawaran lebih menarik versi Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau mengikuti kelas-kelas online gratis di Studentpreneur. [Photo Credit: Ian]

 

Rekomendasi Kelas Online Studentpreneur Gratis Untuk Anda:

Cara Mencari Investor Untuk Startup Baru

How to Sell Anything in 3 Simple Steps

Membangun Bisnis yang Bisa Berjalan Sendiri

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+