Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Best People teknologi

Inilah Jenius Dibalik Kesuksesan Xiaomi


Dijuluki Steve Jobs dari Asia, Lei Jun Adalah Jenius Dibalik Kesuksesan Xiaomi Meraih Perhatian Dunia Teknologi.

Orang ini mungkin membawa tiru meniru ke level yang lebih tinggi. Saking terinspirasinya dengan Steve Jobs, ia menjadi Steve Jobs. Bukan cuma gaya berpakaian, akan tetapi juga industri smartphone yang ia geluti. Bahkan soal kekayaannya. Bedanya, ia berasal dari tanah Tiongkok. Namanya Lei Jun. Ia adalah pendiri sebuah merek smartphone yang mungkin baru setahun belakangan ini sukses besar di Indonesia, yaitu Xiaomi.

 

Kemiripan dengan Steve Jobs

Forbes menyebut bahwa Lei memiliki kemiripan dengan Steve Jobs muda. Ia memfavoritkan gaya berbusana yang sederhana, kaos hitam dan celana jeans yang dulunya adalah gaya berbusana standar ala mantan CEO Apple. Dan pada usia 43, Lei berada di posisi yang sama ketika Jobs pertama kali mencapai angka 1 miliar dolar Amerika setelah bergabung kembali dengan Apple. Lei mengepalai Xiaomi dengan memiliki 30 persen saham dari perusahaan yang dihargai pasar sebesar 4 miliar dolar Amerika. Lei optimis jika Xiaomi memiliki masa depan yang cerah.

“Lei Jun adalah founder yang visioner berfokus pada inovasi yang sesuai jaman,” sebut Forbes. “Dia dikelilingi oleh tim yang sangat kuat dengan keahlian yang unik.”

Jika iPhone 4S dijual dengan harga $790, maka MI One yang sama stylish nya dibanderol dengan harga $320. Dengan demikian, ia memiliki dukungan yang besar dari kaum muda Tiongkok di belakangnya.

“Media Tiongkok menyebut kalau saya dalah Steve Jobs versi Tiongkok,” katanya pada sebuah sesi wawancara dengan Reuter. “Saya akan menganggapnya sebagai pujian, akan tetapi membandingkan seperti ini memberikan kami tekanan yang besar. Xiaomi dan Apple adalah dua perusahaan yang sangat berbeda. Xiaomi berbasis di Internet. Kita tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang Apple lakukan.

“Jika Jobs hidup di Tiongkok, saya pikir ia tidak akan bisa sukses,” kata Lei. “Jobs gila kesempurnaan, sedangkan budaya Tiongkok menghargai jalan tengahnya.”

xiaomi-phone

Kenapa Xiaomi akan sukses besar

Berbeda dengan pemain besar smartphone lokal Tiongkok lainnya seperti Lenovo, HTC, dan Huawei, yang menjual smartphone dalam jumlah yang besar, Xiaomi menjual kebanyakan dari smartphone mereka secara online dan dalam gelombang yang kecil. Strategi ini menciptakan permintaan besar yang memberikan Xiaomi buzz pemasaran gratis. Pada pertama kali mereka menjual, 50.000 ponsel langsung ludes dalam 2 menit.

“Kami bukan perusahaan yang mengejar volume penjualan. Kami mengejar kepuasan konsumen. Kami mencari cara untuk memberikan konsumen kejutan besar,” kata Lei.

Visinya adalah sebuah merek level tengah yang dibangun secara bertahap, bukan dengan membanjiri pasar. Xiaomi berdiri pada bulan April 2010, namun mereka baru mulai menjual smartphone pada Oktober 2011. Itu pun dalam jumlah yang kecil-kecil.

Tiongkok diperkirakan akan melampaui Amerika Serikat sebagai pasar smartphone terbesar dengan 165-170 juta penjualan unit.

“Di industri ini, saya pikir yang terpenting adalah mendapatkan cinta dari konsumen Anda,” katanya. “Jika Anda populer dengan konsimen Anda, Anda akan sukses.”

Kalau menurut Anda, apakah Lei Jun akan sesukses Steve Jobs? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Gyros]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Manisnya Bisnis Permen dan Eskrim Ini

Bos Ini Punya 10 Trilliun Rupiah, Namun Hidup Lebih Sederhana Dari Buruh

Fotografer Cilik yang Membangun Bisnis Suksesnya Sejak SMP

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+