Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Berita Bisnis Best People

Jika Bisnis Anda Belum Untung, Ingat Bahwa 5 Perusahaan Raksasa Ini Pernah Mengalami Lebih Parah


5 Perusahaan Raksasa Ini Berhasil Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan Luar Biasa.

Apakah sebuah perusahaan sukses diukur dari profit yang berhasil mereka hasilkan di tahun pertama? Belum tentu. Berikut adalah lima perusahaan global yang bahkan tidak membuat keuntungan pertama mereka selama hampir lima tahun atau lebih.

 

FedEx

Frederick W. Smith datang dengan ide perusahaan pengiriman kilat pada tahun 1962 melalui sebuah paper yang dikerjakannya kala kuliah di Yale. Smith kemudian menjadi seorang pengusaha sukses yang mengambil kekayaan pribadinya sebesar $4 juta, digabung dengan dana $90 juta dari investor, untuk mendirikan perusahaan pengiriman pada tahun 1971. Namun, Federal Express gagal lepas landas dan berada di ambang kebangkrutan. Smith mengambil dana 5 ribu dolar terakhir milik perusahaan, terbang ke Vegas, dan bermain blackjack. Di sini, Smith memperoleh 24 ribu dolar, yang cukup untuk menutupi biaya bahan bakar dan menjaga perusahaan tetap berjalan selama seminggu. Dengan sedikit lebih banyak waktu, Smith mengumpulkan dana investasi senilai $11 juta untuk menjaga Federal Express tetap berjalan. Perusahaan ini membuat laba pertamanya pada bulan Juli 1975. Saat ini, perusahaan yang berbasis di Memphis ini menikmati total pendapatan lebih dari $3 miliar.

gelas-amazon

Amazon

Anda mungkin sudah pernah mendengar asal-usul Amazon. Jeff Bezos meninggalkan profesinya yang nyaman di Wall Street dan pindah ke Seattle untuk menjual buku secara online dari garasi rumahnya pada tahun 1994. Pada tahun 1996, Amazon meraih penjualan hingga $15,7 juta dan naik 10x lipat pada tahun 1997. Investor berdatangan. Beberapa dekade kemudian, Amazon terang benderang di luar, namun meredup di dalam. Meskipun berhasil menarik penjualan sebesar $1,6 miliar pada tahun 1999, Amazon justru kehilangan $719 juta. Tahun 2000 juga tidak lebih baik. Mereka hanya memiliki sekitar $350 juta di dalam lemari kas mereka. Jeff Bezos baru bisa meraih keuntungan pada tahun 2003, sembilan tahun setelah berdiri, dan tujuh tahun setelah go public. Bezos mampu membalikkan keadaan untuk Amazon dengan memulangkan sepertujuh tenaga kerja Amazon dan menutup beberapa pusat distribusi.

 

CNN

Ted Turner membeli stasiun TV pertamanya, saluran UHF 17, pada tahun 1970. Dalam satu dekade berikutnya, Turner membeli Atlanta Hawks, Atlanta Braves, dan Superstation 17. Pada tahun 1979, Turner mengubah nama perusahaannya dari Turner Communications Group ke Turner Broadcasting System Inc dan meluncurkan jaringan televisi berita pertama di dunia: Cable News Network (CNN). CNN onair perdana pada 1 Juni 1980 dengan 1,7 juta pelanggan, yang cukup untuk menjaga saluran ini tetap mengapung. Dua tahun kemudian, Turner meluncurkan CNN2, kemudian bergabung dengan MGM Entertainment setelah kesepakatan $1,5 miliar pada tahun 1985. Hal ini memberinya akses ke film-film besutan MGM untuk menciptakan lebih banyak saluran.

Sayangnya, merger ini justru menempatkan Turner Broadcasting di ketegangan keuangan sampai-sampai perusahaan ini tidak mencatatkan laba bersih tahunan hingga tahun 1991.

Berkat cakupan yang disediakan CNN sepanjang Operation Desert Storm, channel ini memperoleh satu miliar pemirsa di seluruh dunia. Pada tahun 1996, Turner Broadcasting bergabung dengan Time Warner, dan perusahaan menikmati $7,4 miliar pendapatan pada tahun 2010.

 

ESPN

Tim ayah dan anak, Bill dan Scott Rasmussen, bekerja sama dengan seorang agen asuransi, Ed Eagan, untuk membuat jaringan all-sport pada tahun 1978. Pada tanggal 7 September 1979, pertama kalinya Sportscenter ditayangkan. Ada beberapa drama terjadi di belakang layar. Pada tahun 1980, Bill Rasmussen tidak lagi berperan dalam pengambilan keputusan di perusahaan dan benar-benar meninggalkan dewan direksi pada tahun 1981. Entah atas kemauan sendiri atau dia dipaksa keluar, sampai sekarang masih misteri. Akan tetapi, faktanya adalah jaringan ini kehilangan uang. Untuk membantu menjaga ESPN tetap mengapung, Michael Roarty (wakil presiden dan direktur pemasaran untuk Anheuser-Busch) membujuk perusahaan pembuatan birnya untuk memberikan dukungan finansial bagi jaringan ini. Pada tahun 1994, Roarty berhasil mengumpulkan 1 juta dolar. Tahun berikutnya, Anheuser-Busch memberikan ESPN tambahan 5 juta dolar. Pada pertengahan 1980-an, ESPN mampu menghasilkan keuntungan berkat dukungan dari Anheuser-Busch. Kini, ESPN telah menjelma menjadi jaringan olahraga paling mendominasi: mencatatkan pendapatan $11 miliar pada tahun 2013.

 

Tesla Motors

Ide di balik Tesla Motor sangat sederhana: menciptakan mobil sport listrik pertama di dunia. Pada bulan Juni 2003, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning mendirikan perusahaan ini. Satu tahun kemudian, Elon Musk berinvestasi dalam perusahaan mobil pertama di Silicon Valley ini dan menjadi chairman. Pada tahun 2009, Tesla menerima pinjaman $465 juta dari Departemen Energi Amerika Serikat dan go public pada tahun berikutnya.

Namun, barulah pada kuartal pertama tahun 2013, satu dekade setelah peluncuran, Tesla meraih keuntungan. Wired melaporkan, “Tesla mencatat penjualan sebesar $562 juta, melonjak lebih dari 80 persen dibanding kuartal sebelumnya, dengan penjualan 4.900 sedan Model S”. Meskipun beberapa pendapatan berasal dari pemotongan biaya produksi, Tesla juga menghasilkan uang dengan menjual layanan pengembangan untuk Mercedes Benz B-Class Electric dan Toyota RAV4 EV.

Nah Sobat Studentpreneur, ketika bisnis Anda belum balik modal di tahun pertama, jangan patah arang dulu. Gunakan pikiran yang jernih untuk menimbang-nimbang apakah bisnis Anda layak dilanjutkan. Siapa tahu, justru bisnis Anda jadi kisah berikutnya tentang bisnis global yang tidak membuat keuntungan di tahun pertama. Anda optimis? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Miki]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Inilah Kisah Hidup Inspiratif Pendiri Air Minum Aqua

Belajar Bisnis Dari Kesederhanaan Jokowi

Pinjaman Modal Usaha Syariah Seperti Apa Sih?

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+