Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Tips

Menilai Kinerja Karyawan dengan Menghitung Skor KPI


Meskipun Penting, Masih Banyak Pebisnis Muda yang Tidak Menghitung KPI Dari Karyawan Mereka. Ini Caranya!

Apakah sampai saat ini Anda merasa kalau karyawan Anda terlalu santai sehingga bisnis Anda susah bertumbuh? Bukan berarti perkiraan Anda benar. Siapa tahu kalau ternyata karyawan Anda sudah banting tulang memenuhi tugasnya? Nah, di sinilah Anda perlu alat ukur yang jelas. Perlu Anda tahu, semua hal dapat diukur. Apalagi performa. Dan dalam dunia manajemen, metrik yang paling sering digunakan untuk mengukurnya adalah Key Performance Indicator (KPI). Ia adalah sebuah petunjuk visual yang dapat Anda gunakan untuk mengukur performa kerja, termasuk mengontrol kemajuan perusahaan Anda dalam rangka mencapai sasarannya. Biasanya, KPI dibuatkan oleh seorang manager bagi bawahannya. Di dalamnya, berisi tugas-tugas bulanan yang harus dipenuhi sang bawahan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu Anda perhatikan dalam membuat, dan menghitung KPI karyawan Anda.

1. Pastikan setiap tim Anda memahami tentang KPI. Karena, untuk membuat sebuah KPI pertama kali, Anda (sebagai manager) perlu kerja bareng secara langsung dengan karyawan Anda.

2. Buat “dashboard” sederhana, di mana Anda merasa nyaman untuk menyusun KPI. Boleh di atas kertas, atau di dokumen Excel.

menilai-skor-kpi

3. Di sebelah kanan, tulis tugas harian yang harus dikerjakan oleh karyawan Anda. Ingat, indikator dari tugas harian ini harus nyata. “Menarik lebih banyak pelanggan” tidak dapat digunakan sebagai KPI jika Anda tidak memiliki cara untuk membedakan antara pembeli lama dan pelanggan baru. “Menjadi perusahaan paling populer” tidak dapat digunakan sebagai KPI jika Anda tidak memiliki cara untuk mengukur popularitas perusahaan atau membandingkannya dengan yang lain.

3. Di sebelah kirinya, tulis target pada setiap item tugas harian yang Anda bebankan pada karyawan. Setiap item di dalam KPI itu bersifat kuantitatif. Artinya, pencapaiannya bisa dihitung. Jika Key Performance Indicator akan menjadi nilai untuk menghitung apakah karyawan Anda serius bekerja, maka ia harus bisa diukur secara akurat. Dan lebih baik, ia harus bisa dihitung dengan mudah agar Anda atau karyawan Anda tidak keberatan mengisinya.

4. Biarkan karyawan Anda menjalankan pekerjaan sehari-hari mereka sambil mengisi laporan kinerja mereka. Benar sekali, KPI dibuat oleh manager ke bawahan, namun pelaporan dilakukan oleh bawahan ke manager. Kontrol manager terletak pada memastikan bahwa setiap item dalam laporan kinerja bawahan itu nyata dan realistis. Idealnya, kontrol dilakukan di akhir bulan. Namun, Anda boleh micro manage setiap seminggu sekali, atau sehari sekali jika Anda punya waktu berlebih.

5. Jika karyawan Anda ternyata tidak mampu memenuhi KPI-nya, maka diskusikan kepada mereka, apa yang menjadi hambatan mereka. Cara termudah adalah membuat time table, di mana karyawan Anda menyusun alokasi 8 jam sehari mereka di kantor digunakan untuk apa. Barulah dari sini Anda sebagai manager bisa memeriksa manakah letak kelambatan mereka. Untuk karyawan seperti ini, Anda perlu micro manage.

Sedangkan, bagi karyawan Anda yang berhasil memenuhi KPI mereka, dengan bobot kerja yang Anda rasa cukup padat, maka merekalah karyawan berprestasi Anda. Bagi mereka, Anda tidak perlu micro manage. Cukup periksa sebulan sekali.

Nah Sobat Studentpreneur, apakah Anda sudah menerapkan KPI untuk bisnis Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Itu]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Jessica Jung Sang Pebisnis Tercantik di Dunia

Orang-Orang Super Kaya di Amerika Ternyata Tidak Cukup Kaya

Belajar Saham Yuk!

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+