Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Berita Bisnis

Setelah Serangkaian Tragedi, Nasib Malaysia Airlines di Ujung Tanduk


Malaysia Airlines Mengalami Kecelakaan Beruntun, Menghancurkan Sisi Bisnis Mereka.

Apa yang tersisa untuk Malaysia Airlines? Pertama, penerbangan MH370 membawa 227 penumpang menghilang secara misterius dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Alasannya masih belum diketahui. Kemudian minggu lalu, penerbangan MH17, dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, ditembak di atas langit Ukraina, menghujani pedesaan dengan api, besi, dan tragedi. Bloomberg Businessweek melaporkan bahwa eksekutif maskapai penerbangan ini sedang “berfokus pada menemukan cara untuk menyelamatkan perusahaan”. Salah satu pilihan adalah mengumumkan kebangkrutan. Dan lainnya ialah menjadi perusahaan swasta.

“Dalam kondisi saat ini, saya yakin Malaysia Airlines tidak akan mampu bertahan,” kata Mohshin Aziz, seorang analis di Malayan Banking pada Bloomberg. “Mereka akan menguras semua modal mereka dan tidak akan punya sisa uang untuk terus terbang pada pertengahan tahun depan.”

malaysia-airlines

Aziz bukan satu-satunya yang meragukan kemampuan MAS untuk survive. Daniel Wong, analis Hong Leong Investment Bank mempertanyakan apakah maskapai ini akan memiliki dana untuk bertahan dihujani dua bencana dalam kurun waktu empat bulan. Sesuai hukum internasional, maskapai ini harus membayar keluarga korban dari kedua tragedi, masing-masing sebesar $150.000 atau 1,5 Milliar Rupiah.

Maskapai ini sudah berurusan dengan kesulitan bahkan sebelum serangan pekan lalu. Pada kuartal pertama 2014, MAS mengalami kehilangan arus kas sebesar 350 juta ringgit. CNN Money melaporkan bahwa bahkan sebelum MH370 menghilang, “iklim bisnis yang sulit memaksa maskapai ini ke garis merah selama tiga tahun berturut-turut, menyebabkan hilangnya $1,3 miliar atau 13 Trilliun Rupiah selama jangka waktu tersebut.”

“Hasil yang rendah pada 2014, kami percaya MAS mungkin perlu meningkatkan modal segar untuk menjaga MAS bertahan pada tahun 2015,” kata Wong.

Akan tetapi, mereka yakin bahwa MAS akan terus terbang. Maskapai ini terlalu berharga bagi sebuah negara yang wilayahnya terbagi dua, terpisah oleh Laut Cina Selatan. Dan di samping pemberitaan besar-besaran mengenai kecelakaan pesawat menakutkan, statistik justru menunjukkan bahwa terbang sudah jadi jauh lebih aman daripada sebelumnya, berkat teknik dan teknologi navigasi baru. 2013 adalah salah satu tahun yang memiliki tingkat kecelakaan terendah sepanjang sejarah.

Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Azizie]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Mainan Lego Selamat Dari Kebangkrutan

Entrepreneur Sukses Ini Pernah Ditolak 300 Kali dan Tidak Menyerah

Ini Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+