Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Tips

Tiga Nasehat Penting Max Levchin Untuk Startup


Only start a company if you are willing to spend 80 to 100 hours a week working on it without getting paid 

Max Levchin – PayPal Co-Founder

 

Ketika pertama kali mendirikan Paypal, Max Levchin, bersama dengan figur penting lain seperti Peter Thiel dan Elon Musk, melakukan berbagai kesalahan. Model bisnis pertama mereka tidak berjalan mulus dan gagal total. Mengetahui bahwa mereka mungkin salah strategi, PayPal memutuskan untuk fokus melayani komunitas eBay. Akhirnya, pada tahun 2002, PayPal bernilai milliaran dollar. Karena mengalami sendiri perjalanan tidak lancar PayPal, Max Levchin memberi kita beberapa nasehat untuk startup.

 

MaxLevchin

 

Bekerjalah Pada Masalah yang Membuat Anda Berminat

Mungkin terdengar agak lebay, namun menurut Max Levchin, kalau Anda tidak siap bekerja 80-100 jam per minggu tanpa bayaran, lebih baik jangan mendirikan sebuah startup. Ketika pertama kali memulai startup, Anda perlu melakukan banyak hal dan meyakinkan banyak orang. Tanpa passion, Anda tidak akan bisa bertahan lama. Saya masih ingat sebuah buku yang Saya baca ketika masih kuliah tentang masa awal Paypal. Ketika menyelesaikan prototype Paypal, Max Levchin tidak tidur selama 5 hari beruntun sampai waktu dia presentasi di depan investor. Max hanya menyertai Peter Thiel yang memang bertugas presentasi. Ternyata, saking lelahnya, Max tertidur. Begitu bangun, dia langsung menelepon Peter bertanya tentang bagaimana nasib PayPal, dan Peter berkata, “mereka menyukai produk kita dan akan berinvestasi. BTW, ada baiknya kamu mandi”. Max Levchin tertidur 2 hari terhitung dari ketika Peter presentasi.

 

Bangun Prototype Anda Sendiri

Terutama untuk perusahaan teknologi atau bidang bisnis yang sulit dipahami oleh orang lain, ada baiknya Anda membangun prototype dan mencobanya langsung ke calon pelanggan. Menemukan pelanggan pertama dan menentukan market pelanggan berikutnya benar-benar bergantung pada bagaimana orang lain merespon prototype Anda. Kalau ada pelanggan yang sampai ingin membeli prototype Anda, coba carilah pelanggan lain dengan karakter yang hampir sama. Kalau sampai terjual juga, ada kemungkinan besar bahwa itulah pasar potensial Anda. Bisnis Anda mungkin cukup beruntung dalam percobaan pertama. Namun, kebanyakan startup harus merubah prototype mereka untuk menyesuaikan dengan permintaan pelanggan.

 

Menemukan Cela Pelanggan

Startup harus fokus melayani kesulitan pelanggan yang paling besar dan belum diatasi oleh pesaing. Setelah menemukan kesulitan tersebut dan menyelesaikannya, startup harus menemukan cara untuk meyakinkan pelanggan mencoba prototype atau produk jadi, dengan resiko serendah mungkin. Contohnya dalam PayPal, titik balik kesuksesan PayPal adalah ketika mereka memilih fokus pada mata uang lelang di eBay, yang ketika itu belum ada. Akhirnya PayPal berhasil menciptakan solusi yang memungkinkan pelanggan mengikuti dan membayar lelang online lebih baik daripada pesaing lainnya.

 

Ada yang mau menambahkan tips Max Levchin ini, Sobat Studentpreneur?

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah direktur utama PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera. Praktisi media, startup, dan periklanan.

Facebook Twitter Google+