Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Best People May 2013 Edition

William Tanuwijaya – Berjaya Dengan Tokopedia


William Tanuwijaya adalah co-founder dari tokopedia.com, salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Bekerja keras bersama dengan Leontinus Alpha Edison (Leon), tokopedia tumbuh sangat cepat, mempunyai ribuan pedagang dan pengguna, dengan transaksi total milliaran rupiah. Berkenalan di Surabaya tahun 2010 dulu, Editor-In-Chief kami, Adhika berhasil mewawancarai William lagi. Alumnus Binus ini menceritakan pemikirannya untuk Sobat Studentpreneur.

 

William 1

 

Halo William, thanks banget sudah mau meluangkan waktunya untuk melayani permintaan interview kami. Tokopedia sering dianggap sebagai salah satu bisnis e-commerce terbesar di Indonesia. Sebenarnya, seberapa besar?

Halo, untuk saat ini Tokopedia dari sisi traffic menurut Alexa merupakan online marketplace (pasar online yang memfasilitasi transaksi online) dengan traffic paling tinggi. Tokopedia pada 11 April 2013 menempati peringkat 54 website paling sering dikunjungi di Indonesia, mengungguli gempuran online marketplace asing di Indonesia seperti multiply (#102),  qoo10  (#299), dan rakuten (#577).

 

Apa yang membuat user lebih memilih Tokopedia ketimbang platform lain?

Kami memiliki banyak pengguna setia, dan berbagai fitur yang memang dibangun untuk menjadi solusi sesuai dengan masalah yang dihadapi orang Indonesia. Misalnya belanja di Tokopedia lebih aman, karena dana pembayaran baru diberikan kepada penjual setelah pembeli menerima barang. Berjualan di Tokopedia juga sangat gampang, misalnya kalau mau jual barang elektronik seperti HP atau laptop, tinggal search, ketemu barangnya, klik Jual, masukkan harga, selesai.

 

William 5

 

Saya mendengar ada beberapa investor asing yang menanamkan modal mereka di Tokopedia. Bagaimana ceritanya?

Yah, kami memang menerima beberapa investasi dari luar, termasuk diantaranya East Ventures, CyberAgent Ventures, Netprice. Namun Tokopedia sangat lokal, seluruh team berasal dari Indonesia. Kami perusahaan lokal  yang membangun produk lokal untuk pasar lokal, dengan banyak teman internasional.

 

Apa alasan William sehingga sampai mencari dan menerima investasi dari luar?

Saya dan Leon punya cita-cita ingin membangun perusahaan internet asal Indonesia yang bisa menjadi world-class company. Namun, membangun perusahaan internet itu umumnya tidak bisa langsung untung, otomatis butuh modal besar di awal. Selain itu saya juga merasa Indonesia berada di posisi yang unik seperti “time machine effect”. Kondisi penetrasi internet Indonesia saat ini seperti beberapa tahun silam di negara-negara Asia yang lebih maju seperti Jepang, Korea, China. Oleh karena itu kami menerima investasi dari asing untuk dua hal. Pemodalan dan know-how.

  William 2

 

Mari kita membahas sedikit sisi pandangan pribadi William terhadap entrepreneurship. Kalau tidak salah anda lulusan Binus? Apakah pendidikan di masa kuliah memberikan dampak untuk kemampuan ber-entrepreneurship?

Hmm, saya sebenarnya contoh yang tidak baik, karena saat kuliah dulu saya jarang kuliah. Saat itu saya melihat ada lowongan bekerja menjadi operator warnet shift tengah malam. Internet masih sangat mahal buat saya, jadi kesempatan menjadi operator warnet artinya bisa internetan gratis. Hehe, jadilah saya kalong selama kuliah. Tengah malam jaga warnet, siang tidur, hanya ke kampus saat ujian. Sekarang sih, menyesal sekali. Tujuan kuliah itu sebenarnya bukan cuma ilmu, tapi membangun juga relationship. Teman-teman kuliah nantinya setelah lulus, ada yang kerja di berbagai perusahaan, ada yang membangun bisnis sendiri, dan itu sebenarnya bisa jadi modal relationship awal kita di dunia bisnis.

 

Bagaimana pandangan anda mengenai banyaknya “gerakan” yang mengajak generasi muda untuk meninggalkan sekolah kalau ingin menjadi pengusaha sukses? Pro atau Kontra?

Saya sangat menentang! Membangun usaha itu sulit dan banyak tantangannya, kemungkinan gagal nya sangat besar sekali. Sekolah terlebih dahulu, dan bekerja terlebih dahulu, akan memberikan modal bukan saja ilmu, tapi juga kedisiplinan. Keduanya akan jadi modal penting ketika kita punya kesempatan nantinya membangun usaha sendiri.

Saya sendiri sangat pro terhadap intrapreneurship selain entrepreneurship. Jadi di Tokopedia, setiap orang diberikan kebebasan berkreasi, mengemukakan pendapat, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Didorong untuk semangat intrapreneurship, dan jika sanggup mereka-mereka ini akan menjadi cikal-bakal perusahaan baru yang didukung penuh dan dimodali oleh Tokopedia.

 

william 4

Tujuan kuliah itu sebenarnya bukan cuma ilmu, tapi membangun juga relationship.

 

Ketika usaha sedang sulit, apa yang biasanya anda lakukan untuk melepas stress?

Saya suka nonton dan baca, jadi kedua aktivitas ini sering saya lakukan jika ingin bersantai. Di masa sulit, saya biasanya akan take a break, kemudian melakukan analisa dengan memposisikan diri di luar masalah tersebut. Biasanya dengan demikian akan terlihat jalan keluarnya dengan sendirinya.

 

What next? Tokopedia go international?

Saya ingin terus bisa mewujudkan misi dari Tokopedia, yaitu membangun Indonesia lebih baik, lewat internet. Tokopedia masih akan fokus di pasar Indonesia saja, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Masih banyak masalah-masalah di Indonesia yang bisa dipecahkan bersama.

 

Siapa figure teknologi yang paling dikagumi? Mengapa?

Jack Ma. Seorang guru Bahasa Inggris yang bisa membangun Alibaba Group dan menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia. Di tahun 2003, Jack Ma membangun Taobao, media bertanya-tanya bagaimana mungkin Jack Ma bisa bersaing dengan eBay yang baru saja masuk ke China pada saat itu dengan mengakuisisi market leader EachNet? Jack Ma mengatakan bahwa eBay adalah ikan hiu di samudra yang luas, Alibaba adalah buaya di sungai kuning. Jika bertarung di samudra, buaya tidak mungkin menang. Jika bertarung di sungai, buayalah seharusnya pemenangnya. Saya sangat terinspirasi, dan bermimpi Indonesia juga punya buaya-buaya yang bisa bersaing menghadapi persaingan global.

 

William 3

Saya ingin terus bisa mewujudkan misi dari Tokopedia, yaitu membangun Indonesia lebih baik, lewat internet

 

Pesan untuk pembaca Majalah Studentpreneur yang ingin membuat usaha sendiri?

Berani bermimpi, namun lebih penting lagi mau bekerja keras dan pantang menyerah untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah direktur utama PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera. Praktisi media, startup, dan periklanan.

Facebook Twitter Google+