Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Berita Bisnis teknologi

Inilah Alasan Kenapa Yahoo Akan Menutup Kantor Mereka di Indonesia


Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Yahoo Sampai Akan Menutup Kantor Operasional Mereka di Indonesia?

Yahoo lagi-lagi sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran. Kali ini, mereka berencana untuk menutup operasional kantor di sejumlah negara di Asia dan Eropa. Beberapa yang terdampak  di antaranya adalah Hungaria, Vietnam, Malaysia, dan salah satunya adalah Indonesia. Di Indonesia, mereka telah memberhentikan sebanyak 50 karyawan sales mereka, dan kabarnya, berencana menutup kantor pada 14 Desember mendatang. Di balik peristiwa ini, ada beberapa hal menarik yang bisa dijadikan pelajaran bagi bisnis Anda mengenai pentingnya menjaga bisnis Anda tetap ramping.

 

Profit yang mengecewakan sementara beban yang terlalu berat

Laporan kuartal ketiga mereka menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah. Pendapatan di Asia Pasifik menurun 2,5% dibandingkan tahun lalu. Dan meskipun pendapatan di Timur Tengah tumbuh 2,3% menjadi  81 juta dolar Amerika, akan tetapi angka ini masih kalah jauh di banding Amerika Utara yang masih 10 kali lipat lebih besar.

Sejak awal, ketika Yahoo baru pindah dari kepemimpinan Jerry Yang, Yahoo adalah kapal besar bermuatan berlebihan. Mereka memiliki jangkauan produk dan layanan yang terlampau luas, dari mulai Yahoo News, situs berbagi foto Flickr, kemudian Alibaba, dan software kecil seperti FoxyTunes. Barulah di masa kepemimpinan Carol Bartz, mereka mulai rutin memotong portofolio mereka. Kemudian di bawah kepemimpinan Scott Thompson, mereka melakukan restukturisasi bersejarah. Pada tahun 2012, mereka memecat sekitar 2000 karyawan.

marissa-mayer

Dan beberapa faktor lain yang mendukung restrukturisasi

Marissa Mayer, CEO terbaru Yahoo, dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa ia akan lebih memprioritaskan sinergi yang berasal dari orang-orang yang bekerja berdampingan. Dan saat ini mereka memiliki terlalu banyak karyawan yang terpencar dimana-mana: 12,000 orang. Maka, sejumlah sumber menyebut bahwa restrukturisasi kali ini adalah upaya mereka untuk mewujudkan impian Mayer: konsolidasi tim ke dalam kantor yang lebih sedikit. Bulan lalu, mereka bahkan memberhentikan 400 karyawan mereka di India, dan menawarkan opsi relokasi pada sejumlah tim R&D.

Lagipula, sebagaimana yang terjadi di Yordania, alasan kantor di sana dibangun adalah untuk mewadahi akuisisi Yahoo terhadap portal lokal bernama Maktoob untuk meningkatkan jejak internasional mereka. Ketika Maktoob gagal hit, mereka tidak punya alasan untuk mempertahankan operasi mereka di sana. Begitu pula yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 2010, Yahoo mengakuisisi Koprol, layanan lokal mirip Foursquare yang berbasis check-in. Dan layanan Koprol sudah bertahun-tahun dihentikan. Tampaknya, Yahoo telah menyerah menggarap pasar Asia.

Padahal, pada saat yang sama, perusahaan teknologi lain justru sedang gencar-gencarnya menargetkan pasar negara-negara berkembang di Asia. Katakanlah Facebook. Mereka menilai bahwa tingkat adopsi masyarakat Asia terhadap perangkat mobile sangatlah pesat. Inilah salah satu alasan Mark Zuckerberg mengunjungi sejumlah kawasan Asia, termasuk Indonesia, untuk mendorong lebih banyak penggunaan data mobile.

 

Pemecatan massal Yahoo selalu jadi sasaran favorit pencari tenaga kerja

PHK massal Yahoo selalu menjadi hari panen perusahaan lain. Misalnya Times Internet. CEO mereka, Satya Gajwani, memposting tweet berisi tawaran pekerjaan bagi mereka yang dipecat, sehari setelah terjadi pemecatan massal di India. Zomato bahkan membawanya lebih jauh. CEO mereka, Deepinder Goyal memposting gambar yang didesain khusus menyerupai logo Yahoo, namun diganti tulisan “Yeah Who?” ditambah dengan “We’re (always) hiring”. Mereka juga secara khusus membukakan jalur email [email protected]

Nah Sobat Studentpreneur, sampai saat ini, layanan apa yang Anda gunakan dari Yahoo? Dan bagaimana pendapat Anda jika layanan tersebut ditutup? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Marc]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Tips Kaya Raya Ala Bob Sadino

Kisah Anak Dahlan Iskan yang Kini Menjadi Raja Media Cetak Indonesia

Inspiratif, Gadis 17 Tahun Ini Merintis Bisnis Sukses Sejak SMP

Taufik Aditama

Wartawan senior Studentpreneur yang ingin berkeliling dunia dan membuat Indonesia lebih baik

Facebook Twitter Google+