Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Tips

Tips Branding – Empat Hal yang Sering Anda Lupakan


 “Kalau kamu tidak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang berbeda!”

GM Palimanan Surabaya – 2008

 

Sobat Studentpreneur, dalam semua bisnis, branding adalah salah satu hal terpenting yang harus kita pikirkan. Terlepas dari bisnis apapun yang kita geluti, tanpa branding yang kuat, kita tidak akan bisa berkembang besar. Untuk bisnis kecil dan menengah sekalipun, branding tetap dibutuhkan. Contohnya kalau Anda hanya seorang penjual bakso sekalipun, kalau Anda bisa membrandingkan bakso Anda sebagai “bakso terbesar di kota xxx” misalnya, maka bisa dijamin pengunjung akan semakin ramai.Tapi kalau branding bakso Anda adalah “bakso berformalin”, bisa dijamin pengujung Anda akan jauh berkurang. Berikut adalah 4 tips branding sederhana yang sering Anda lupakan.

 

bakso raksasa

 

  • Tawarkan sebuah nilai yang unik

Dalam setiap perusahaan, pasti ada valuenya sendiri-sendiri. Contoh, sama-sama berjualan bakso pun, ada tempat bakso yang terkenal baksonya besar, ada yang terkenal kuahnya gurih, sampai ada yang terkenal sambalnya pedas. Pastikan Anda tidak keliru menyampaikan nilai unik dari bisnis Anda. Jangan sampai sebenarnya Anda mempunyai bakso yang sangat besar (seukuran bola basket misalnya), tapi yang Anda promokan malah kuah bakso Anda yang sebenarnya biasa-biasa saja. Carilah hal terbaik dalam produk/jasa Anda, dan tunjukkan itu ke pelanggan.

 

  • Jadilah menonjol dan berbeda

Sewaktu Saya masih kuliah, Saya pernah mendapatkan nasehat yang sangat luar biasa dari GM Palimanan Surabaya. Beliau bilang, “kalau kamu tidak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang berbeda!”. Sampai sekarang, prinsip itu masih Saya pegang dalam menjalankan Majalah Studentpreneur. Menjadi menonjol dan berbeda adalah salah satu cara branding yang sederhana namun sangat ampuh. Kembali ke contoh bakso. Meskipun bakso Anda besar, sebesar bola tenis misalnya, tapi ternyata pesaing yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Anda mempunyai bakso sebesar bola basket, maka jangan tonjolkan ukuran bakso Anda. Tonjolkan hal yang berbeda namun Anda menang darinya.

 

  • Sampaikan pesan inti Anda ke calon pelanggan

Seringkali penyakit dari pengusaha muda adalah gagal menyampaikan pesan inti marketing kepada calon pelanggan. Seandainya bakso Anda sebesar bola basket, Anda harus sampaikan ke pelanggan kenapa mereka harus peduli dengan bakso sebesar itu. Contohnya, Anda menyampaikan bahwa hanya dengan sebuah bakso di tempat Anda, pelanggan akan sangat kenyang dan bahkan memakannya berdua. Ciptakan kontes kecil yang menarik, kalau dalam konteks bakso sebesar bola basket, kontes sederhana kalau ada pelanggan yang berhasil menghabiskannya dua bakso sendirian, dia bisa makan gratis. Dengan begitu, pesan bahwa “bakso sebesar bola basket ini akan membuat Anda super kenyang” akan tersampaikan dengan sempurna.

 

  • Tepati janji Anda

Hal terburuk dari semua bisnis adalah gagal memenuhi janji. Apabila Anda menjanjikan bakso sebesar bola basket, maka Anda benar-benar harus membuat bakso seukuran bola basket. Jangan sampai bakso Anda ternyata berukuran normal. Kalau sampai itu terjadi, pelanggan akan kecewa, marah, dan bahkan membicarakan hal yang buruk tentang brand Anda. Kalau Anda setidaknya memenuhi janji, atau bahkan kalau bisa melebihi janji tersebut, maka pelanggan akan dengan senang hati mempromosikan bisnis Anda ke kerabatnya. Ingat, word of mouth adalah teknik marketing yang paling dahsyat.

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah direktur utama PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera. Praktisi media, startup, dan periklanan.

Facebook Twitter Google+