Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Best People

Twitter IPO Saga 8 – Evan Williams


Kisah anak petani dari Nebraska yang mengubah cara dunia menulis (melalui Blogger), mendengar berita (melalui podcast), dan berkomunikasi (melalui Twitter). Evan Williams, sang jenius pendiri Twitter.

Berapa banyak di antara orang Indonesia yang mencurahkan ide, memamerkan keahlian, atau hanya sekedar curhat melalui blog? Orang-orang tersebut biasanya disebut dengan istilah “blogger” kan? Nah, tahukah Anda bahwa istilah “blogger” diambil dari sebuah platform blog yang dipunyai oleh Google bernama “Blogger”? Ternyata, Blogger bukan diciptakan oleh Google. Blogger diciptakan oleh anak seorang petani dari Nebraska yang berusia sangat muda bernama Evan Williams, sebelum akhirnya dibeli oleh Google dengan angka yang sangat besar. Setelah sukses besar dengan Blogger, Evan Williams juga melakukan revolusi bagaimana cara orang Amerika mendengarkan Podcast, serta terakhir yang paling fenomenal, cara orang sedunia melakukan komunikasi, menggunakan Twitter. Ya, Evan Williams merupakan salah satu co-founder Twitter, orang paling penting dalam sejarah berdirinya Twitter.

 

evan williams

 

Apa Posisi Evan Williams Di Twitter?

Evan Williams merupakan co-founder sekaligus CEO di awal berdirinya Twitter, sampai akhirnya digantikan oleh Dick Costolo pada tahun 2010. Kisah terbentuknya Twitter tidak lepas dari kontribusi besar Evan yang mempunyai username @ev di Twitter ini. Evan, setelah menjual Blogger ke Google, mendirikan sebuah perusahaan podcast bernama Odeo. Meskipun sukses besar dengan Odeo, Evan dan Biz Stone merasa bahwa passion mereka bukan di podcast. Evan bahkan mengakui bahwa dia membenci podcast, sebuah produk buatannya yang sukses besar di Amerika. Evan, bersama Biz Stone akhirnya mendirikan Obvious, dan mengajak Jack Dorsey masuk, sebelum akhirnya mereka bertiga menciptakan Twitter.

 

Berapa Uang yang Didapatkan Dari Twitter?

Evan Williams adalah pemegang saham pribadi paling besar di Twitter, dengan saham mencapai 12% atau 56.909.847 lembar saham. Setidaknya, saham tersebut akan bernilai lebih dari 2,5 Milliar Dollar atau 25 Trilliun Rupiah. Sebelumnya, karena kesuksesan Evan di Blogger dan Odeo, dia sudah menjadi salah satu orang tersukses di teknologi, sehingga tambahan uang dari Twitter ini menjadi biasa untuk Evan.

 

Cerita Singkat Tentang Evan Williams

Evan Williams, yang sering membanggakan diri sebagai anak petani dari Nebraska, memulai karirnya di berbagai perusahaan startup di Dallas, Austin, Texas, dan bahkan sempat menjadi petani juga. Titik balik karir Evan terjadi ketika dia diterima di O’Reilly Media, salah satu perusahaan teknologi media terbesar di Amerika. Dari O’Reilly Media, dia berpindah ke perusahaan teknologi yang lebih ternama seperti Intel dan Hewlett-Packard sebelum akhirnya mendirikan Pyra Labs dan sukses dengan Blogger.

Uang yang dia dapatkan dari Blogger digunakan untuk mendirikan Odeo, sebuah perusahaan teknologi yang membuat Podcast untuk pasar Amerika. Perusahaan ini sukses besar, menghasilkan banyak uang untuk investor. Namun ternyata, dua orang kunci di Odeo, Evan Williams dan Biz Stone, ternyata sama-sama membenci Podcast, bahkan tidak pernah menggunakannya. Evan dan Biz memutuskan keluar dari Odeo dan mendirikan Obvious bersama Jack Dorsey, dan menelurkan ide Twitter. Pada awalnya, Jack Dorsey yang ditunjuk menjadi CEO.

Perjalanan Evan Williams di Twitter tidak selalu mulus. Dia terlibat pertengkaran hebat dengan Jack Dorsey, dan bahkan tidak menganggap Jack sebagai temannya. Puncaknya, pada tahun 2008, Evan mengeluarkan Jack dari perusahaan dan memimpin sendiri Twitter sebagai CEO. Dengan Evan sebagai CEO, Twitter tidak mendapatkan kemajuan yang berarti, sementara di sisi lain, Jack Dorsey berhasil meyakinkan pemegang saham untuk memecat Evan. Akhirnya, selain digantikan oleh Dick Costolo sebagai CEO Twitter, Evan Williams juga dikeluarkan dari Twitter, dan Jack Dorsey masuk kembali sebagai chairman di Twitter.

Meskipun dikeluarkan dari Twitter, nilai saham dari Evan Williams tidak berubah. Dia tetap menjadi pemegang saham pribadi terbesar di Twitter. Evan masih menjadi penasehat Twitter, memberikan pendapatnya apabila Twitter sedang bermasalah. Setidaknya sebagai anak seorang petani di Nebraska, dia telah membuktikan diri bahwa siapapun bisa mengubah dunia.

 

Uang Dari Twitter Digunakan Untuk…

Setelah keluar dari Twitter, Evan langsung mendirikan Medium, sebuah platform yang menurut Evan “dapat mengubah cara orang menyampaikan ide dan inspirasi”. Evan merasa bahwa dunia berita di Amerika sudah tidak sehat, tidak memberikan dampak positif untuk pembacanya. Evan percaya dengan Medium, dia bisa membuat orang Amerika, bahkan seluruh dunia, menjadi lebih baik dengan berbagai ide dan inspirasi yang ada di dalamnya. Kini Medium telah mendapatkan jutaan pembaca dari seluruh dunia. Pertanyaannya, akankah Medium bisa mengubah dunia seperti Blogger, Podcast, dan Twitter? Apabila kita melihat Evan Williams, maka tidak ada yang tidak mungkin. Anak petani dari Nebraska ini akan terus mengubah dunia, dengan caranya sendiri.

[Photo Credit: @ev]

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah direktur utama PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera. Praktisi media, startup, dan periklanan.

Facebook Twitter Google+